Dunia sosial dan kerajaan di Inggris hingga dunia sedang ramai membicarakan pesta tunangan keluarga Royal Inggris antara Pangeran Harry dan Meghan Markle. Menariknya, Meghan Markle tidak akan disebut sebagai Putri Meghan kendati nantinya keduanya melangsungkan pesta pernikahan. Sehingga, walau sudah menjadi istri sah seorang pangeran, Meghan tidak akan mendapatkan gelar judi poker tersebut. Kira-kira, kenapa bisa begitu?

Meghan Tidak Akan Bergelar Putri (Princess)

Jawaban secara singkat dari pertanyaan di atas adalah bahwa, menurut standar protokol kerajaan Inggris, mantan bintang Hollywood tersebut tidak memiliki “darah kerajaan” sehingga dia tidak bisa menyebut dirinya Putri Meghan. Untuk itulah, Meghan mau tidak mau harus mengikuti berbagai aturan seperti iparnya, Catherine Middleton.

Ya, ketika Catherine Middleton dan Pangeran William disahkan menjadi “suami dan istri” pada tahun 2011, dia secara otomatis menjadi Her Royal Highness, Princess William of Wales. Sehingga kemungkinan besar untuk tunangan kerajaan baru itu akan menjadi Her Royal Highness, Princess Harry of Wales. Secara resmi, warga Inggris tidak bisa menyebut Princess Kate atau Princess Meg.Alasannya sederhana, karena Catherine Middleton juga bukan keturunan bangsawan begitu juga dengan Meghan Markle.

Oleh sebab itu, berbeda dengan saudara perempuan Ratu, Margaret yang secara otomatis berhak menyebut dirinya sebagai Putri Margaret. Demikian juga untuk anak perempuan sang Ratu termasuk cucunya yang bisa mendapatkan gelar Putri Beatrice dan Putri Eugenie. Singkatnya, darah kerajaan membuat mereka menjadi putri dengan hak mereka sendiri.

Akan tetapi, Sarah Ferguson tidak pernah mendapat gelar Putri Sarah begitu juga dengan Sophie Rhys-Jones – istri Pangeran Edward – tidak mendapatkan gelar Putri Sophie.Aturan itu juga berarti – yang membuat banyak orang cemas – bahwa Lady Diana Spencer tidak pernah secara resmi mendapat gelar Putri Diana. Dia adalah Putri Wales (Princess of Wales) dan setelah bercerai dengan Pangeran Charles, dia tetap Diana, Putri Wales.

Seperti yang diungkapkan oleh wartawan BBC Nicholas Witchell pada saat pertunangan William dan Kate di tahun 2011, Keluarga Kerajaan belum berkembang selama 1.000 tahun atau lebih tanpa menemukan solusi untuk masalah yang agak membingungkan dan bisa dibilang sia-sia mengenai apa yang orang harus dipanggil.

Gelar Lain Untuk Selamanya

Oleh karena tidak akan mendapatkan gelar Putri atau Princess, maka akan ada gelar lain untuk Meghan. Ya, jika dilihat dari sudut pandang Istana Buckingham, gelar yang berguna dan dibutuhkan bagi anggota keluarga kerajaan yang menempati peran bergengsi, akan ditemukan hal yang menarik salah satunya gelar seperti Duke. Contohnya, ketika Pangeran Andrew menikahi Sarah Ferguson pada tahun 1986, Ratu menjadikannya Duke of York, sehingga dia bergelar Duchess of York – sebuah gelar yang terus dipegangnya meski dia bercerai.

Demikian pula, ketika Pangeran Edward menikahi Sophie Rhys-Jones, ia menjadi Earl of Wessex dan istrinya yang baru, Countess of Wessex. Bisa jadi Ratu membuat langkah yang sama untuk kasus Kate dan Meghan, dan kembali menggunakan gelar Dukedom seperti Sussex yang sudah lama tidak lagi dipakai – Sussex (yang sangat mungkin untuk Harry dan Meghan), Albany, Connaught, dan Clarence termasuk di antara yang kosong.

Tapi seperti banyak hal yang berhubungan dengan protokol kerajaan Inggris, selalu ada pengecualian peraturan – suami Sang Ratu, Philip menikah dengan keluarga kerajaan, namun dia mendapatkan gelar Pangeran.Namun, ketika dia menikahi Putri Elizabeth pada tahun 1947, Raja Inggris berikutnya George VI, memberi gelar “Duke of Edinburgh”. Dia hanya menjadi Pangeran Philip pada bulan Februari 1957 saat Ratu “memberinya gaya dan gelar Pangeran Kerajaan Inggris”.