Tampil bak sinar yang sangat benderang di timnas U-19 memang membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah Egy Maulana Vikri akan masuk ke timnas senior? Dengan usianya yang masih 17 tahun, Egy memang memiliki kemampuan menjadi pemain sepakbola Indonesia masa depan. Menjadi ujung tombang Indra Sjafri di skuad Garuda Nusantara, kini harapan melihat Egy bermain dalam timnas senior telah terwujud.

 

Pelatih timnas Indonesia yakni Luis Milla akhirnya memanggil remaja kelahiran Medan itu untuk ikut uji coba. Jika sesuai jadwal, timnas Indonesia akan melakukan serangkaian uji coba melawan timnas Suriah U-23 dan Guyana pada 16, 18 dan 25 November nanti, seperti dilansir CNN Indonesia.

 

“Obyektif dan prioritas saya pada laga uji coba ini adalah mengumpulkan para pemain yang nantinya kita siapkan untuk tim U-23 di Asian Games 2018,” papar Milla. Dipanggil oleh Milla jelas menjadi kesempatan yang tidak akan disia-siakan oleh Egy, dirinya ingin membuktikan layak bermain di skuad timnas senior meskipun masih berumur 18 tahun. “Alhamdulillah saya bisa dipanggil lagi ke timnas Indonesia. Semoga saya bisa memberikan kemampuan yang terbaik dan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.”

 

Disebutkan ada 33 pemain yang dipanggil Milla dan harus berkumpul mulai 14-26 November mendatang. Mayoritas memang merupakan anggota timnas U-23 seperti Evan Dimas, I Putu Gede Juni Antara, Yabes Roni Malaifani, Awan Setho, Kurniawan Kartika Ajie, Hansamu Yama, Ryuji Utomodan Satria Tama Hardianto. Namun Milla rupanya juga memasukkan delapan pemain senior seperti Andritany Ardhiyasa, Ahmad Jufriyanto, Andik Vermansah dan Boaz Solossa.

 

Ada Tiga Pemain U-19 Dipanggil ke Timnas

Kilap para punggawa muda di timnas U-19 sepertinya membuat Milla benar-benar tertarik. Pelatih asal Spanyol ini bahkan mengajak tiga orang pemain Garuda Nusantara ke timnas senior. Selain Egy, mereka adalah Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah dan Muhammad Rafli Mursalim.

 

Ketiga remaja ini memang menjadi andalan Indra dalam timnas U-19. Dengan masuk ke dalam panggilan Milla, maka mereka bertiga memiliki kesempatan untuk membuktikan diri sebagai wonderkid timnas Indonesia. Meskipun dari segi usia kalah dengan pemain U-23 atau timnas senior, baik Egy, Luthfi dan Rafli tak bisa diremehkan. Mereka bahkan memiliki pesona dan kemampuan yang mungkin bisa membuat pemain Judi bola online senior kewalahan.

 

Luthfi akan bersaing di lini tengah dengan nama-nama besar lainnya seperti Evan Dimas, Septian David Maulana, Saddil Ramdani, Bayu Pradana dan Andik Vermansah. Sementara Egy dan Rafli akan ada di lini depan dan bersaing dengan Yabes Roni, Boaz dan tentunya pemain naturalisasi, Ilija Spasojevic.

 

Pembuktian Spasojevic Sebagai Warga Negara Indonesia

Pemanggilan Spaso oleh Milla memang membuat punggawa Bhayangkara FC itu berseri-seri. Maklum, Spaso baru saja resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada akhir Oktober itu. Tujuh tahun sudah bermain di Tanah Air membuat Spaso ingin membela skuad Merah-Putih. Penampilan apiknya membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 di musim 2017 memang membuat Milla akhirnya memanggil pemain kelahiran Montenegro itu.

 

Meskipun usia Spaso sudah 30 tahun dan tidak lagi muda, langkahnya berama timnas senior diharapkan bisa secermerlang striker gaek, Christian Gonzales. “Saya sangat senang dan saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk timnas dan membalas kepercayaan dari Luis Milla. Saya ingin membuktikan kualitas diri saya,” tutup pemain yang menjadi mesin gol Bhayangkara meskipun baru bergabung di putaran kedua ini.