Pertandingan yang mempertemukan AC Milan dengan Juventus bisa jadi penanda juara untuk Milan. Akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa kekalahan bisa mengubur mimpi dari rossoneri untuk meraih scudetto pada Liga Italia musim ini. 

Juventus Bisa Saja Kubur Mimpi AC Milan Jadi Juara 

Apabila dilihat peta persaingan Serie A di musim ini berjalan dengan lebih ketat Apabila dibandingkan dengan musim lalu. Puncak Klasemen togel hk 2021 tidak lagi dikuasai oleh Juventus yang mana selama 9 musim gugur untuk bisa mendominasi scudetto. Di luar dugaan,  bisa mengkudeta puncak klasemen Serie A dengan rekor yang tidak terkalahkan. Akan tetapi untuk sekarang ini mereka cuma unggul satu poin saja dari Rival satu kotanya yaitu Inter Milan.

Sedangkan Juventus Sayangnya harus mengarah pada peringkat kelima dengan jarak 10 poin dari AC Milan. Selisih poin tersebut bisa dikatakan secara kasat mata sulit untuk dikejar Juventus. Tapi Jefri empus bukanlah lawan sembarangan untuk tim manapun. Alasannya sangat mudah karena tidak hanya dihuni oleh sederet pemain bintang bahkan Si Nyonya Tua merupakan klub dengan mengoleksi gelar Seri A terbanyak.

Walaupun sempat tersandung dengan kasus calciopoli dan akhirnya mereka terlempar ke Serie B, tetap saja Juventus mampu bangkit lagi dan tetap mendominasi Serie A. Ada 38 trofi yang berhasil diraih oleh klub yang berasal dari turun itu sementara koleksi gelar scudetto  untuk Milan barus setengahnya saja. Pada musim ini Milan memiliki kans mematahkan dominasi Si Nyonya Tua  di Italia. Kemenangan yang sudah mereka dapat menegaskan statusnya sebagai kandidat juara. Akan tetapi mimpi Milan untuk menjadi juara dapat terganggu Apabila mereka menuai hasil imbang apalagi sampai kalah. Puncak klasemen dapat direbut oleh Rival se-kota mereka dia sekarang ini sedang mengungkit di belakangnya tepat.

Tak bisa dipungkiri bahwa pada musim ini Milan sempat menjelma menjadi pink yang sangat menakutkan bersama dengan Zlatan Ibrahimovic. Tapi kata zaman mereka sempat menurun drastis saat sang bomber mengalami cedera.

Ditinggal Ibrahimovic yang  Tengah Cedera

Ibrahimovic dilaporkan belum juga 100% sembuh Setelah dia menunjukkan tanda-tanda pulih dari cedera. Hal ini dapat membuat Lini depan bilang kurang berbahaya saat mereka harus berhadapan dengan tim yang kuatnya seperti Juventus. Sementara itu Juventus yang mana tampil angin-anginan pada musim ini mencoba untuk bangkit lagi pada awal tahun. Mereka melakukan sebuah usaha seperti misalnya Pekan lalu mereka berhasil meraih kemenangan dengan skor 4-1 atas Udinese lewat brace dari Cristiano Ronaldo dan juga gol-gol dari Paulo Dybala dan juga Frederico Chiesa. 

Bisa dikatakan Milan sebenarnya memiliki model yang bagus juga pada laga perdana 2021 ini dengan mengalahkan tuan rumah benevento dengan 2 gol tanpa balasnya. Skuad yang diarahkan oleh Stefano pioli tersebut menang karena penalti dari Franck Kessie dan juga gol dari Rafael Leao. Tapi sayangnya mereka harus kehilangan Sandro tonali Yang diganjar dengan kartu merah. Praktis kalau ini saran dari Miley and bakal bertumpu dari kreativitas beberapa pemain andalannya seperti misalnya Hakan Calhanoglu, Brahim Diaz, dan juga Ante rebic. Namun kehilangan handphone Ali dan juga belum pulihnya Ibrahimovic bisa menjadi keuntungan untuk Juventus yang mau menjaga asalnya untuk mempertahankan juara. Belum lagi, ambisi Juventus untuk bisa mencuri kemenangan di San Siro  semakin menyala karena adanya Cristiano Ronaldo yang sedang on fire.

Akhirnya PSSI memberikan respon atas isu jual beli posisi manajer dari Timnas Indonesia u-19. Mereka merespons isu ini dengan memanggil Djoko Purwoko dan juga sekretaris Sriwijaya FC, Achmad Haris. Pelaksana tugas (Plt) Sekjen PSSI yaitu Yunus Nusi pasalnya memanggil dua orang itu terkait dengan uang sejumlah 100000 dolar Singapura yang mana di Tangerang sebagai mahar supaya Dodi Reza Alex Noerdin bisa menjadi manajer s7slot dari Timnas Indonesia u-19.

Plt Sekjen PSSI Panggil Djoko Purwoko Dan Achmad Haris

“kedua orang tersebut bakal dipanggil oleh badan Yudisial. Ketua umum PSSI juga mendukung. Sebenarnya secara lisan PSSI telah mendapatkan laporan dari Harris dan Djoko soal kasus ini. Tapi secara lembaga, PSSI perlu mengklarifikasi secara resmi supaya pernyataan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

“asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan. Ada tidak bisa mendorong seseorang dengan asumsi liar di media sosial. Itulah sebabnya badan Yudisial bakal memanggil keduanya guna dimintai keterangan,” sambungnya seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Haris sendiri membantah bahwa kuitansi itu terkait dengan adanya jual beli jabatan manajer di Timnas Indonesia u-19. “ sekarang gini ya Yang tertera di kuitansi itu apa tulisannya? Itu tiket piala dunia dan cuma sekedar bisnis. Apa salah kalau mau berbisnis? Saya tidak tahu apa-apa soal itu yang lain. Sekarang tinggal dilihat aja Apa itu keterangan di kuitansinya,” kata Haris ketika ditanya soal ini.

Senada dengan keterangan yang diberikan oleh Harris, Djoko juga membantah bahwa isu yang telah beredar secara luas itu benar. Menurut dirinya kabar tersebut sengaja disebar luaskan supaya bisa memperburuk Citra dari PSSI dan juga pihak Dodi Reza. “ mungkin saya orang yang dipandang tegak lurus jadi dicari-cari Nama saya. Ini mungkin juga politik yang tidak suka PSSI. Kuitansi itu juga tidak ada kaitannya ( narasi jual beli jabatan manajer). Memang tidak boleh pesan tiket jauh-jauh hari? Saya pernah juga tinggal di luar negeri pesan tiket Liga Champions. Saya orang bola dan Paham bagaimana pemesanan tiket,” katanya.

“sangat bohong ( jual beli jabatan). Itu orang-orang politik dari pihak yang tak suka Pak Dodi dan Pak Ketum PSSI. Saya juga pernah ada di ketua umum PSSI era Pak Edy rahmayadi, ya, Kurang lebih begitu saja, polanya sama.”

Kuitansi Yang Bikin Heboh

Kabar bahwa ada kuitansi yang disinyalir sebagai tanda terima atau tanda jadi jual beli manajer Timnas u-19 itu pertama kali dihembuskan oleh seorang jurnalis senior bernama Joseph erwiyantoro. Dirinya menuliskan dalam akun Facebooknya yang bernama lain Cocomeo. Di dalam tulisannya diklaim bahwa Ahmad harus membayar 100000 dolar Singapura atau yang setara dengan Rp. 1,06 M kepada Djoko Purwoko ada untuk bisa melicinkan jalan Dodi Reza Alex Noerdin sebagai manajer dari Timnas Indonesia u-19 untuk Piala Dunia U-20.

Seperti yang diketahui bahwa Ahmad harus merupakan mantan sekretaris dari tim Sriwijaya FC yang digambarkan oleh erwiyantoro sebagai anak buah dari Dodi Reza. Dan Djoko Purwoko disebut-sebut mempunyai kedekatan dengan Ketua PSSI yaitu Muhammad Iriawan atau Irwan Bule.  Namun sayangnya sampai sekarang publik dan juga masyarakat masih belum tahu Apakah isu tersebut benar walaupun PSSI telah memberikan tanggapan nya tentang isu yang heboh dan juga ramai diperbincangkan apalagi di kalangan pengamat dan juga pencinta sepakbola Indonesia ini.

Tampil bak sinar yang sangat benderang di timnas U-19 memang membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah Egy Maulana Vikri akan masuk ke timnas senior? Dengan usianya yang masih 17 tahun, Egy memang memiliki kemampuan menjadi pemain sepakbola Indonesia masa depan. Menjadi ujung tombang Indra Sjafri di skuad Garuda Nusantara, kini harapan melihat Egy bermain dalam timnas senior telah terwujud.

Pelatih timnas Indonesia yakni Luis Milla akhirnya memanggil remaja kelahiran Medan itu untuk ikut uji coba. Jika sesuai jadwal, timnas Indonesia akan melakukan serangkaian uji coba melawan timnas Suriah U-23 dan Guyana pada 16, 18 dan 25 November nanti, seperti dilansir CNN Indonesia.

“Obyektif dan prioritas saya pada laga uji coba ini adalah mengumpulkan para pemain yang nantinya kita siapkan untuk tim U-23 di Asian Games 2018,” papar Milla. Dipanggil oleh Milla jelas menjadi kesempatan yang tidak akan disia-siakan oleh Egy, dirinya ingin membuktikan layak bermain di skuad timnas senior meskipun masih berumur 18 tahun. “Alhamdulillah saya bisa dipanggil lagi ke timnas Indonesia. Semoga saya bisa memberikan kemampuan yang terbaik dan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.”

Disebutkan ada 33 pemain yang dipanggil Milla dan harus berkumpul mulai 14-26 November mendatang. Mayoritas memang merupakan anggota timnas U-23 seperti Evan Dimas, I Putu Gede Juni Antara, Yabes Roni Malaifani, Awan Setho, Kurniawan Kartika Ajie, Hansamu Yama, Ryuji Utomodan Satria Tama Hardianto. Namun Milla rupanya juga memasukkan delapan pemain senior seperti Andritany Ardhiyasa, Ahmad Jufriyanto, Andik Vermansah dan Boaz Solossa.

 

Ada Tiga Pemain U-19 Dipanggil ke Timnas

Kilap para punggawa muda di timnas U-19 sepertinya membuat Milla benar-benar tertarik. Pelatih asal Spanyol ini bahkan mengajak tiga orang pemain Garuda Nusantara ke timnas senior. Selain Egy, mereka adalah Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah dan Muhammad Rafli Mursalim.

Ketiga remaja ini memang menjadi andalan Indra dalam timnas U-19. Dengan masuk ke dalam panggilan Milla, maka mereka bertiga memiliki kesempatan untuk membuktikan diri sebagai wonderkid timnas Indonesia. Meskipun dari segi usia kalah dengan pemain U-23 atau timnas senior, baik Egy, Luthfi dan Rafli tak bisa diremehkan. Mereka bahkan memiliki pesona dan kemampuan yang mungkin bisa membuat pemain Judi bola online senior kewalahan.

Luthfi akan bersaing di lini tengah dengan nama-nama besar lainnya seperti Evan Dimas, Septian David Maulana, Saddil Ramdani, Bayu Pradana dan Andik Vermansah. Sementara Egy dan Rafli akan ada di lini depan dan bersaing dengan Yabes Roni, Boaz dan tentunya pemain naturalisasi, Ilija Spasojevic.

 

Pembuktian Spasojevic Sebagai Warga Negara Indonesia

Pemanggilan Spaso oleh Milla memang membuat punggawa Bhayangkara FC itu berseri-seri. Maklum, Spaso baru saja resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada akhir Oktober itu. Tujuh tahun sudah bermain di Tanah Air membuat Spaso ingin membela skuad Merah-Putih. Penampilan apiknya membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 di musim 2017 memang membuat Milla akhirnya memanggil pemain kelahiran Montenegro itu.

Meskipun usia Spaso sudah 30 tahun dan tidak lagi muda, langkahnya berama timnas senior diharapkan bisa secermerlang striker gaek, Christian Gonzales. “Saya sangat senang dan saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk timnas dan membalas kepercayaan dari Luis Milla. Saya ingin membuktikan kualitas diri saya,” tutup pemain yang menjadi mesin gol Bhayangkara meskipun baru bergabung di putaran kedua ini.