Jika anda merupakan penggemar berat Detroit Pistons, maka sepertinya wajib berbangga diri. Karena Pistons secara mengejutkan telah membuka awal menjadi kekuatan baru wilayah timur NBA musim 2017/2018. Tak main-main, sejauh ini Pistons sudah membukukan empat kemenangan berturut-turut. Terakhir mereka menggulung Atlanta Hawks hari Sabtu (11/11) waktu Indonesia.

 

Pistons membungkam Hawks dengan skor 111-104 di Little Caesars Arena. Ini merupakan kemenangan ketujuh Pistons dalam delapan laga terakhir di mana empat di antaranya mereka dapat secara berturut-turut. Mencatat rekor 9-3, ini adalah start terbaik Pistons di NBA sejak gemilang 10-2 di musim 2005/2006. Sang aktor kemenangan Pistons adalah Andre Drummond yng menyumbang 16 poin, 20 rebound, 7 assist. Reggie Jackson melengkapinya dengan dua kali tembakan tiga angka untuk kemenangan Pistons, seperti dilansir Bola.

 

Raihan apik Pistons membuat mereka menempel ketat Boston Celtics yang baru saja mengalahkan Charlotte Hornets. Di tempat terpisah yakni dalam duel berat wilayah barat, Oklahoma City Thunder memenangkan pertandingan dengan mengalahkan LA Clippers. Nasib terbilang cukup muram dialami San Antonio Spurs yang harus kalah dari Milwaukee Bucks.

 

Amukan Paul George Untuk Kemenangan Thunder

Jika kemenangan Pistons adalah yang keempat berturut-turut, maka kemenangan Thunder justru menjadi yang pertama usai rentetan hasil buruk. Ya, Thunder memang sebelum ini harus tertunduk pilu usai kalah terus dalam empat pertandingan beruntun. Dan akhirnya di hari Sabtu (11/11) kemarin, Thunder mampu memutus rantai kekalahan dengan mengalahkan Clippers lewat skor 120-111.

 

Aksi Paul George yang begitu trengginas adalah kunci utama kemenangan Thunder. Di mana George mampu memberikan 42 poin yang merupakan pencapaian terbaiknya selama bersama Thunder. Bahkan George nyaris saja membuat triple double dengan sembilan rebound dan tujuh assist. Kecermerlangan George terlihat dari akurasi tembakannya yang memasukkan 13 dari 22 tembakan. Selain George, bintang Thunder lainnya yakni Russell Wetbrook dan Carmelo Anthony masing-masing menyumbang 22 dan 14 poin.

 

Main tanpa Steven Adams, Thunder memang cukup kewalahan meladeni permainan Clippers. Setelah mengkhawatirkan di kuarter pertama, Thunder mulai unggul jauh di kuarter kedua usai memimpin 63-54. Mereka melebarkan jarak di kuarter ketiga saat Anthony membuatnya unggul 15 poin. Clippers pun sukses mengejar ketertinggalan karena skor menjadi 94-86. Namun mimpi buruk bagi Clippers terjadi di kuarter keempat saat akurasi tembakan RAJA POKER mereka memburuk dan berujund kekalahan.

 

Kredit layak diberikan kepada Lou Williams yang memberikan angka terbanyak yakni 35 poin untuk Clippers, disusul dengan Blake Griffin yang cuma memberikan 17 poin saja. Hasil ini merupakan nasib yang bertolak belakang antara Thunder dan Clippers. Jika Thunder sudah lolos dari jerat kekalahan beruntun, bagi Clippers ini adalah kekalahan mereka untuk keempat kali berturut-turut.

 

Hasil Pertandingan NBA Lainnya

Jika Pistons dan Thunder bisa tersenyum lebar, kepedihan justru dirasakan Portland Trail Blazers dan Spurs. Blazers bahkan menderita dua kekalahan lanjutan di kandang di mana yang terakhir mereka harus dibungkam Brooklyn Nets di kandang sendiri, Moda Center hari Sabtu (11/111) lewat skor 97-101.Hasil ini cukup membuat pendukung bertanya-tanya karena sebelumnya Blazers sukses mengalahkan LA Lakers dan Thunder. Senasib dengan Blazers, Spurs pun harus menerima keunggulan Bucks yang mengalahkan mereka lewat skor 94-87. Kemenangan Bucks ini sendiri menjadi debut manis Eric Bledsoe yang berstatus pertukaran dengan Greg Monroe yang pindah ke Phoenix Suns.

 

Digelar di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta hari Jumat (10/11), turnamen Perbasi Cup 2017 akhirnya sudah selesai. Adalah tim Pelita Jaya EMP Jakarta yang sukses keluar sebagai juara dengan mengalahkan Satria Muda Pertamina di babak final lewat skor 82-77. Pertandingan sarat gengsi ini sendiri merupakan ajang pemanasan sebelum kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2018.

 

Pertandingan yang berlangsung pada babak final ini memang sangatlah ketat. Di mana Pelita Jaya langsung memimpin 21-20 pada kuartet pembuka. Saat kuartet kedua, Pelita Jaya semakin memperlebar jarak dengan kedudukan 44-33. Drama mulai dimulai di babak ketiga saat Satria Muda mulai memberikan perlawanan yang sangat sengit. Bahkan technical foul karena keputusan wasit pun banyak terjadi, seperti dilansir Detik Sport.

 

Tensi pertandingan terus memanas hingga kedudukan menjadi 62-60 untuk Pelita Jaya. Arki Dikani Wisnu sengaja mendorong Respati Ragil yang mau melakukan lay up. Sehingga membuatnya meraih technical foul yang malah berujung double karena reaksinya yang sangat emosional. Arki pun harus rela foul out. Final pun berakhir saat Pelita Jaya berhasil menutup kemenangannya dengan 82-77 dan merebut gelar Perbasi Cup 2017 dari sang juara bertahan Satria Muda.

 

Pelita Jaya Kawinkan Dua Gelar di 2017

 

Raihan Perbasi Cup 2017 ini membuat Pelita Jaya sukses mengawinkan gelarnya dengan IBL 2017. Atas prestasinya, pelatih Pelita Jaya yakni Johannis Winar enggan merasa sombong. Pertandingan final sendiri seolah merupakan pengulangan sejarah karena pada 7 Mei 2017 mereka mengalahkan Satria Muda saat babak final IBL 2017, seperti dilansir Liputan6.

 

“Kemenangan ini berkat motivasi para pemain yang luar biasa. Saya hanya mendukung sebagai pelatih, perjuangan mereka yang patut diapresiasi. Saya tak bisa bilang Pelita Jaya merupakan tim terbaik saat ini. Masih banyak yang harus kami lakukan, setiap tim pasti akan mencari cara untuk mengalahkan Pelita Jaya. Kemenangan ini sangat berarti, kami menjalani pertandingan yang sangat melelahkan,” tutup Winar yang akrab disapa Ahang ini.

 

Dalam babak final semalam, pemain asing Pelita Jaya yakni Wayne L Bradford memang tampil sangat gemilang dengan menyumbangkan 28 poin, 5 rebound, dan 8 assist. Sementara itu Ponsianus Nyoman Indrawan memberikan 10 poin, 7 rebound dan 3 assist.

 

Satria Muda Punya Pemain Kelas A

 

Kembali kehilangan gelar juara di tangan Pelita Jaya pada babak final rupanya membuat pelatih Satria Muda, Youbel Sondakh, cukup legowo. Bagi Youbel, babak final memang berlangsung cukup kompetitif. “Pertandingannya bagus dan inilah dinamika bermain basket. Membuat penonton ada entertainment juga. Ya, nanti kami balas lah di liga.”

 

Meskipun kalah, Satria Muda rupanya mendapat pujian dari lawan-lawan mereka. Di babak semifinal, Satria Muda berhasil mengalahkan Stapac Jakarta dengan skor 86-79. Saat itu pelatih Stapac, Ramos Geraldo Villalon mengakui bahwa Satria Muda memang klub yang sulit ditaklukkan. “Satria Muda memang tim yang sangat kuat. Mereka juga ditunjang oleh pemain impor kelas A. Tapi saya berjanji untuk bisa mengalahkan mereka jika berhadapan lagi,” seperti dilansir Juara.net.

 

Senada dengan Ramos, Ahang pun mengakui jika pemain asing Satria Muda, Dior Lowhorn memang jadi sosok paling berbahaya. “Pekerjaan berat tetap jika bertemu Satria Muda harus bisa hentikan Dior, kami bermasalah di sana. Tim-tim lain pasti berpikir apa yang diperbuat Satria Muda saat melawan kami sehingga mereka akan mencoba melakukan hal serupa. Jadi kami harus berbenah.”