Siding pembacaan tuntutan kasus yang menjerat musisi Ahmad Dhani di mana ia menjadi tersangka pencemaran nama baik lewat ujaran ‘idiot’ yang ia lontarkan ditunda. Penundaan ini dikarenakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengaku bahwa ia belum siap membacakannya. Padahal tuntutan judi slot online tersebut rencananya akan dibacakan ketika persidangan berlangsung yakni Kamis kemarin, 11 April 219, di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN), Kota Surabaya.

Jaksa Pentuntut Umum Belum Siap Bacakan Tuntutan

Menurut Jaksa Winarko, penundaan itu karena berkas tuntutan untuk Dhani sendiri masih belum siap. “Kami menyatakan karena tuntutan terdakwa belum siap, maka kami mohon untuk diundur satu minggu,” kata Winarko pada majelis hakim.

Mendengar hal tersebut, maka Anton Widyopriyono pada mulanya memutuskan siding tersebut bakal ditunda Kamis (25/4) mendatang. “Baik, karena kami ada yang cuti dalam merangka pemilu atau pun coblosan, maka agak sedikit Panjang, kita beri waktu sampai dngan tanggal 25 (April),” ungkapnya.

Tapi ketua tim kuasa hukum Dhani, Aldwin Rahadian Megantara, merasa keberatan dengan penundaan itu. Ia juga meminta majelis hakim supaya memajukan agenda sidang itu. “Izin yang mulia, kalau diperkenankan karena dengan terbatasnya waktu, maka kira-kira bisa tanggal 23 (April) hari Selasa,”kata Aldwin di dalam persidangan.

Mendengar keberatan tersebut, maka majelis hakim akhirnya mengabulkan permintaan kuasa hukum Dhani itu. Ia pun akhirnya memutuskan untuk kembali menggelar sidang pada hari Selasa (23/4), artinya 2 pekan lagi.

“Baik, saya meminta supaya tak ditunda-tunda lagi. Maka penundaan jadi hari Selasa, jamnya tetap ya, jam 13.00,”ungkap Anton pada JPU.

Setelah persidangan, Aldwin juga mengatakan bahwa pihaknya mencoba untuk berpikir positif terhadap penundaan itu. Walaupun sewaktu-waktu memang mereka merasa dirugikan karena kliennya mesti mendekam di Rutan Klas 1 Surabaya, Madaeng, Sidoarjo.

“Apapun itu pertimbangannya saya harap kalau jaksa ini berdasarkan pada fakta-fakta persidangan sehingga objektifitas nanti yang diilihat,” tukasnya.

Dhani Ungkap Rugi 40 Juta Ketika diadang

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Ahmad Dhani mengaku dirinya mengalami kerugian karena aksi pengadangan sekelompok massa atas dirinya yang terjadi di Hotel Majapahit, Surabaya pada tanggal 26 Agustus 2018.

Hal tersebut diungkapkan dirinya ketika hadir di persidangan kasus pencemaran nama baik melalui ujaran ‘idiot’ yang pernah ia ungkapkan. Saat itu agendanya adalah pemeriksaan terdakwa.

“Terus terang kerugian yang saya alami hamper Rp. 40 juta karena (ketika kejadian) saya rencananya liburan juga. Saya enggak berencana pulang, namun saya dipaksa pulang,” katanya di hadapan Majelis Hakim PN Surabaya.

Dhani juga menjadi pesakitan dikarenakan lontaran idiot yang mana keluar saat menanti massa mengadang ia keluar dari hotel untuk menghadiri deklarasi gerakan #2019GantiPresiden yang diselenggarakan di Tugu Pahlawan, Surabaya.

Dhani pun mengungkapkan selain untuk hadir ke deklarasi itu, ia membawa juga keluarga dan asistennya untuk liburan ke Kota Batu, Malang, Jawa Timur setelah itu. Tapi ternyata, kehadiran Dhani itu malahan ditolak oleh sekelompok massa yang tak ia kenal. Kemudian ia merasa terpaksa tidak bisa mengikuti deklarasi itu karena tertahan di Hotel Majapahit, Surabaya.

“Mereka (massa) mengintimidasi saya, di depan istri dan juga anak perempuan saya,” ungkap politikus Partai Gerindra itu.

Ia juga harus kembali ke Jakarta dengan terpaksa karena alasan keamanan apabila dirinya tetap di Surabaya pada hari itu juga. Padahal, menurutnya biaya hotel, semua pesawat telah dibayarnya sebanyak 40 juta.