Synopsis film keluarga Petualangan Menangkap Petir

Seringkali urung mengajak buah hati menonton karena film yang diputar tak cocok dengan usia mereka? Bila memang demikian berarti Anda harus menyaksikan Petualangan Menangkap Petir yang merupakan film drama keluarga paling baru di tahun 2018 ini. Produser film bandar togel online ini adalah actor watak Abimana Aryasatya yang juga turut bermain, sementara duduk di kursi sutradara adalah Kuntz Agus.

 

Beberapa selebritis anak-anak yang juga turut bermain adalah Zara Leola yang juga seorang penyanyi cilik, Fatih Unru, Jidate Ahmad, serta Bima Azriel. Beberapa actor dan aktris dewasa yang terlibat adalah Slamet Rahardjo, Ari Kriting, Darius Sinathrya, serta Abimana sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya.

 

Syuting film ini dilakukan di daerah Boyolali Jawa Tengah yang juga memperlihatkan panorama alam menakjubkan kawasan tersebut mulai dari lereng gunung Merapi dan Merbabu, Waduk Kedungombo, serta wisata taman air Tlatar.

 

Synopsis film Petualangan Menangkap Petir

Pada intinya cerita dalam film tersebut adalah tentang petualangan anak-anak di jaman modern. Sekelompok anak-anak ini berpetualang karena berniat membuat video. Tema video tersebut adalah tentang legenda Ki Ageng Selo, si Penangkap Petir. Rumah produksi film tersebut, Fourcolours Films akan mulai merilis film ini di layar lebar pada tanggal 1 Maret 2018.

 

Kisah berawal dari seorang anak bernama Sterling yang tumbuh dewasa di Hongkong dan dalam kesehariannya akrab dengan media social. Ini karena Sterling adalah seorang content creator cilik yang secara rutin mengunggah karya-karya di akun YouTube pribadinya yang mempunyai puluhan ribu subscriber.

 

Sang Ayah merasa khawatir jika buah hatinya tumbuh menjadi orang dewasa yang anti social karena tak memiliki masa kecil sebagaimana anak-anak yang lain. Tanpa pikir panjang ia pun mengajak anaknya pulang ke Indonesia, tepatnya di kawasan Boyolali, rumah sang nenek.

 

Sesampainya di kampung halaman, anak itu pun dipaksa untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar, termasuk berteman dengan anak-anak lain di kampung tersebut. Tentu saja tak mudah bagi Sterling untuk hidup tanpa sambungan internet di tempat itu. Setelah beberapa lama akhirnya ia pun diterima bergabung dalam kelompok anak kampung tersebut.

 

Mereka bersahabat semakin akrab hingga memiliki mimpi bersama yaitu membuat sebuah film. Film yang digarap tersebut ingin mengadaptasi sosok Ki Ageng Selo, seorang tokoh legenda yang sakti hingga dapat menangkap petir.

 

Sekilas tentang film PMP

Selaku  sutradara, Kuntz Agus mengatakan bahwa film ini dibuat untuk seluruh keluarga walaupun sesungguhnya adalah film anak yang seru dan penuh petualangan sekaligus mengandung pesan moral tentang keberanian mengejar mimpi serta persahabatan. Bagi orang tua sendiri film ini merupakan kesempatan untuk bernostalgia akan masa kecil di saat kita sudah terlalu sibuk dan lupa untuk menjadi anak-anak kembali.

 

Abimana sendiri mengaku bahwa saat mengarahkan para pemain cilik tersebut, ia tak menuntut mereka untuk berakting melainkan hanya bermain. Dengan film PMP tersebut ia juga mencoba memperkenalkan bahwa  produksi film itu sama serunya dengan membuat vlog. Selain itu ia juga mengutamakan unsur kebersamaan dalam pembuatan film ini.

 

Selanjutnya, para sineas yang terlibat dalam produksi film PMP ini bermaksud untuk memberikan alternatif tontonan untuk seluruh keluarga serta kembali mengingat tentang mimpi juga persahabatan. Menonton film berkualitas sesungguhnya dapat menjadi kontribusi positif bagi pembentukan karakter positif buah hati, termasuk film yang sarat akan pesan moral ini. Jadi jangan ragu untuk menonton film ini bersama seluruh keluarga Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *