Rilis 2 November 2018, ‘X-MEN: DARK PHOENIX’ Reset Kisah Para Mutan

20th Century Fox sudah 17 tahun lamanya membangun dunia para mutan X-Men yang sukses besar dan memiliki basis fans kuat. Meskipun kini mayoritas saham Fox sudah dibeli oleh Disney dan para mutan resmi masuk MCU (Marvel Cinematic Universe), Fox sudah memiliki agenda tersendiri di tahun 2018.

 

Setidaknya ada tiga film X-Men universe yang bakal dirilis Fox sepanjang tahun ini yakni NEW MUTANTS (13 April 2018), DEADPOOL 2 (1 Juni 2018) dan X-MEN: DARK PHOENIX (2 November 2018). Untuk X-MEN: DARK PHOENIX, merupakan sekuel langsung dari X-MEN: APOCALYPSE (2016). Mengambil setting 10 tahun usai peristiwa dalam X-MEN: APOCALYPSE, Simon Kinberg sebagai penulis naskah dan sutradara mengambil ide cerita dari komik The Dark Phoenix Saga.

 

Diceritakan, pada era tahun 90-an setelah mengalahkan Apocalypse (Oscas Isaac),tim X-Men sudah dianggap pahlawan dan keberadaannya diakui sesuai dengan keinginan Professor X (James McAvoy). Hanya saja sebuah misi berbahaya di luar angkasa, malah membangkitkan kekuatan iblis Phoenix dalam diriJean Grey (Sophie Turner) yang mengerikan.

 

Lebih Fokus Pada Jean Grey

 

Sekedar mengingatkan atas sosok Jean Grey, dalam film 11 tahun lalu yakni X-MEN THE LAST STAND, kekuatan Phoenix Jean (Famke Janssen) yang dipicu dirinya hampir tewas dalam akhir peristiwa X2: X-MEN UNITED (2003) muncul. Hal itu membuat Jean membunuh kekasihnya Scott Summers/Cyclops (James Marsden) dan Professor Charles Xavier (Patrick Stewart). Demi menghentikan kekuatan penghancur Phoenix dan membebaskan jiwa Jean, Wolverine (Hugh Jackman) pun membunuhnya.

 

Hanya saja kisah X-MEN: THE LAST STAND itu dianggap gagal total dan merusak alur komiknya. Tak heran kalau X-MEN: DARK PHOENIX ini akhirnya dibuat untuk mereset ulang dan membenahi sosok Jean yang dikenal sebagai mutan kelas lima dan salah satu yang terkuat dalam dunia X-Men. Bahkan dalam wawancaranya dengan Empire, Turner membenarkan kalau kali ini kekuatan Jean akan lebih difokuskan dan bisa mengubah pandangan masyarakat akan karakter superhero perempuan.

 

Jean akan berubah dari sosok mutan cinta damai yang berhati baik menjadi Phoenix yang legendaris dengan kekuatan telekinetik murni tak terkontrol. Dan dalam foto yang dirilis Empire Magazine akhir Desember kemarin, diperlihatkan sosok Magneto (Michael Fassbender) yang tergeletak tak berdaya dengan sekujur tubuhnya diikat. Fox sendiri sama sekali tak menjelaskan apa yang terjadi pada Magneto dan membiarkan penggemar berspekulasi mengenai kelamnya kisah X-MEN: DARK PHOENIX.

 

‘X-MEN: DARK PHOENIX’ Jadi Genre Baru Film Superhero

 

Sebagai karakter yang akan disorot, Turner sempat berujar, “Film ini akan memperlihatkan Jean sebagai pahlawan sekaligus musuh. Ini semua bermakna ganda. Antara gelap dan terang yang ada dalam Jean. Perasaannya bergulat mengenai dirinya yang menjadi sosok bandar togel online lain dan bagaimana dia berjuang soal itu. Ini sangatlah menarik. Kurasa ini sebuah perubahan dalam film superhero karena film ini mengenai cerita drama tapi sosok pahlawan sekaligus musuhnya adalah perempuan.”

 

Tak heran kalau akhirnya pemeran Sansa Stark dalam serial TV sukses Game of Thrones inipun memuji sosok Kinberg yang menjadi otak dari kisah X-Men selama beberapa tahun terakhir. Turner pun meyakini jika X-MEN: DARK PHOENIX bisa meningkatkan franchise 18 tahun ini ke arah yang lebih seru. Dengan 10 film X-Men yang sudah menghasilkan USD 4,9 miliar, X-MEN: DARK PHOENIX tentu bakal berkuasa di box office nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *