Kalahkan Juara Bertahan, Pelita Jaya Raih Piala Perbasi Cup 2017

Digelar di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta hari Jumat (10/11), turnamen Perbasi Cup 2017 akhirnya sudah selesai. Adalah tim Pelita Jaya EMP Jakarta yang sukses keluar sebagai juara dengan mengalahkan Satria Muda Pertamina di babak final lewat skor 82-77. Pertandingan sarat gengsi ini sendiri merupakan ajang pemanasan sebelum kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2018.

 

Pertandingan yang berlangsung pada babak final ini memang sangatlah ketat. Di mana Pelita Jaya langsung memimpin 21-20 pada kuartet pembuka. Saat kuartet kedua, Pelita Jaya semakin memperlebar jarak dengan kedudukan 44-33. Drama mulai dimulai di babak ketiga saat Satria Muda mulai memberikan perlawanan yang sangat sengit. Bahkan technical foul karena keputusan wasit pun banyak terjadi, seperti dilansir Detik Sport.

 

Tensi pertandingan terus memanas hingga kedudukan menjadi 62-60 untuk Pelita Jaya. Arki Dikani Wisnu sengaja mendorong Respati Ragil yang mau melakukan lay up. Sehingga membuatnya meraih technical foul yang malah berujung double karena reaksinya yang sangat emosional. Arki pun harus rela foul out. Final pun berakhir saat Pelita Jaya berhasil menutup kemenangannya dengan 82-77 dan merebut gelar Perbasi Cup 2017 dari sang juara bertahan Satria Muda.

 

Pelita Jaya Kawinkan Dua Gelar di 2017

 

Raihan Perbasi Cup 2017 ini membuat Pelita Jaya sukses mengawinkan gelarnya dengan IBL 2017. Atas prestasinya, pelatih Pelita Jaya yakni Johannis Winar enggan merasa sombong. Pertandingan final sendiri seolah merupakan pengulangan sejarah karena pada 7 Mei 2017 mereka mengalahkan Satria Muda saat babak final IBL 2017, seperti dilansir Liputan6.

 

“Kemenangan ini berkat motivasi para pemain yang luar biasa. Saya hanya mendukung sebagai pelatih, perjuangan mereka yang patut diapresiasi. Saya tak bisa bilang Pelita Jaya merupakan tim terbaik saat ini. Masih banyak yang harus kami lakukan, setiap tim pasti akan mencari cara untuk mengalahkan Pelita Jaya. Kemenangan ini sangat berarti, kami menjalani pertandingan yang sangat melelahkan,” tutup Winar yang akrab disapa Ahang ini.

 

Dalam babak final semalam, pemain asing Pelita Jaya yakni Wayne L Bradford memang tampil sangat gemilang dengan menyumbangkan 28 poin, 5 rebound, dan 8 assist. Sementara itu Ponsianus Nyoman Indrawan memberikan 10 poin, 7 rebound dan 3 assist.

 

Satria Muda Punya Pemain Kelas A

 

Kembali kehilangan gelar juara di tangan Pelita Jaya pada babak final rupanya membuat pelatih Satria Muda, Youbel Sondakh, cukup legowo. Bagi Youbel, babak final memang berlangsung cukup kompetitif. “Pertandingannya bagus dan inilah dinamika bermain basket. Membuat penonton ada entertainment juga. Ya, nanti kami balas lah di liga.”

 

Meskipun kalah, Satria Muda rupanya mendapat pujian dari lawan-lawan mereka. Di babak semifinal, Satria Muda berhasil mengalahkan Stapac Jakarta dengan skor 86-79. Saat itu pelatih Stapac, Ramos Geraldo Villalon mengakui bahwa Satria Muda memang klub yang sulit ditaklukkan. “Satria Muda memang tim yang sangat kuat. Mereka juga ditunjang oleh pemain impor kelas A. Tapi saya berjanji untuk bisa mengalahkan mereka jika berhadapan lagi,” seperti dilansir Juara.net.

 

Senada dengan Ramos, Ahang pun mengakui jika pemain asing Satria Muda, Dior Lowhorn memang jadi sosok paling berbahaya. “Pekerjaan berat tetap jika bertemu Satria Muda harus bisa hentikan Dior, kami bermasalah di sana. Tim-tim lain pasti berpikir apa yang diperbuat Satria Muda saat melawan kami sehingga mereka akan mencoba melakukan hal serupa. Jadi kami harus berbenah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *